Selasa, 28 April 2009

TV ADDICT

Efesus 5 : 8 - 10 " ... Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, ... dan ujilah apa yang berkenan bagi Tuhan"
Klik!, "Malam ini di RCTV ...."
Klik!, "Ronaldo menendang bola ... dan golll!!!
Klik!, "Ada penampakan di rumah hantu ..."
Klik!, "Anda berani menerima tantangan ini ..."
Klik!, "Maap bang juri ... sekali lagi maap ..."
Ada apa ... kira-kira begitu keadaannya kalau kamu lagi di depan TV, nyari-nyari program dengan memencet remote dan berhenti di stasiun TV yang kamu sukai, menyaring, menyeleksi acara apa yang akan dilihat, setiap berhenti pada suatu channel, kita akan membuat suatu pilihan, mengamati sesaat lalu memutuskan apakah kita akan pindah ke channel yang lain atau nonton film tersebut. Satu hal yang perlu dicermati setiap objek visual yang kita lihat akan mempengaruhi kita dalam satu hal ... kita bisa tertawa, menangis, takut dan lain-lain.
Tapi seberapa cerdaskan kita, apakah kita menggunakan waktu kita dengan bijak dan bermanfaat? Apakah setiap acara yang kita tonton akan membangun atau malah meruntuhkan harkat kita sebagai manusia? Ini adalah pertanyaan yang penting untuk kita, karena Firman Tuhan bilang kita harus melakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan (1 Kor 10 : 31).
Satu set batasan telah ditulis dalam Efesus 5, kita harus membuang jauh rupa-rupa percabulan dan rupa-rupa kecemaran, keserakahan, perkataan kosong dan sembrono (ayat 3-4) dan "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa ... sebab menyebutkan sajapun apa yang telah dibuat oleh mereka ditempat-tempat tersembunyi telah memalukan (ayat 11-12). Kita harus terus belajar dan melakukan apa yang "berkenan pada Tuhan" (ayat 10). Jika Roh Kudus mengingatkan kita untuk tidak melihat suatu acara di TV tertentu, turuti perintahNya. Segera pencet tombol OFF di remote-mu.

THINK

Pepatah British ngomong "Think first before you act but think twice before you speak!" (kira-kira nich ya artinya seperti ini : berpikirlah sekali sebelum kamu melakukan tindakan tetapi berpikirlah dua kali sebelum kamu berbicara). Memang sebaiknya kita "THINK" dulu sebelum mulut kita berbicara. Tahu engga THINK itu singkatan apa?
T : True : Apa yang kita omongin itu bener atau cuman isapan jempol doang? Apa selama ini mulut kita udah akrab dengan gosip atau kalo dosisnya agak tinggi ya fitnah lah.

H : Help : Apa ucapan kita membantu atau justru membuat keadaan jadi kacau dan tambah rumit?

I : Inspire : apakah perkataan kita bisa membuat orang jadi terinspirasi, termotivasi dan bisa membangkitkan semagat orang lain? Kata-kata yang penuh harapan akan membuat orang yang mendengar merasa bahwa permasalahannya adalah hal mudah yang bisa diatasi. Tapi mulut yang tiap hari mengeluh melulu justru membuat orang-orang disekitar kita jadi makin frustasi dan menyalahkan keadaan.

N : Necessary : Apa ucapan kita wajib kita katakan? Kata-kata kotor nan kasar udah jela bukan kewajiban, ngapain kita terbeban untuk mengatakannya?

K : Kind : Apa perkataan kita itu baik? Kita harus berani menanggung akibat dari semua yang udah kita ucapkan. Kalau kita udah tahu akibatnya buruk, konyol banget dong kalau kita tetep mengatakannya.
Fren, mulut cuman satu, lidah juga cuman satu, tapi hidup mati kita tergantung pada mulut dan lidah. So, THINK and THINK before you speak! (berpikir dan berpikir lagi sebelum berbicara). Jadilah anak Tuhan yang bijaksana.

Senin, 23 Maret 2009

Harga Seorang Manusia

Mari kita merenungkan Lukas 19 : 10 “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”

Pernahkan anda merasakan kehilangan suatu barang entah itu bernilai tinggi atau pas-pasan? Anda mungkin saja pernah kecopetan dompet yang isinya hanya Rp 10 ribu saja. Namun tentu Hati Anda sangat kesal dan “gondok” karena kehilangan uang tersebut tanpa “permisi” dulu. Bisa jadi juga anda kehilangan arloji. Wah nyaris setiap detik pikiran anda berputar untuk mengingat-ingat kemana gerangan si arloji. Yang jelas betul-betul mengganggu hati dan pikiran anda.

Anda barangkali sangat rela menyumbang Rp 100ribu tapi sangat sakit dan tak rela bila kecolongan Rp 10 ribu saja. Betul kan? Nah, bagaimana anda kehilangan seorang yang anda kasihi?

Prof. Norweigh, seorang pakar kimia dan komputer, mencoba menghitung harga tubuh manusia berdasarkan zat pembentuknya lalu dikonversikan ke dalam USD. Zat tumbuh rambut saja dibutuhkan orang sampai 50th sebanyak 20 gram yang satu gramnya seharga USD 2 juta. Jadi totalnya USD 40 juta. Zat antibiotika dalam ASI dihargai USD 12 juta. Total tubuh manusia ditaksir seharga USD 85 milyar.

Harga tubuh bumi dengan segala isinya termasuk vegetasi ditaksirnya seharga USD 1 desilion (angka nol-nya sebanyak tiga puluh). Lalu ia menghitung harga tubuh manusia lengkap dengan jiwanya. Samapai semalaman komputer tak menghentikan penayangan angka nol yang terus bertambah. Dapat dibayangkan betapa tinggi harga sebuah jiwa dibandingkan dengan tubuh bumi.

Tuhan memandang begitu berharganya sebuah jiwa yang mau datang pada-Nya. Bawalah jiwa kepada Tuhan karena mereka sangat berharga di hadapan Tuhan.