Pernahkan anda merasakan kehilangan suatu barang entah itu bernilai tinggi atau pas-pasan? Anda mungkin saja pernah kecopetan dompet yang isinya hanya Rp 10 ribu saja. Namun tentu Hati Anda sangat kesal dan “gondok” karena kehilangan uang tersebut tanpa “permisi” dulu. Bisa jadi juga anda kehilangan arloji. Wah nyaris setiap detik pikiran anda berputar untuk mengingat-ingat kemana gerangan si arloji. Yang jelas betul-betul mengganggu hati dan pikiran anda.
Anda barangkali sangat rela menyumbang Rp 100ribu tapi sangat sakit dan tak rela bila kecolongan Rp 10 ribu saja. Betul kan? Nah, bagaimana anda kehilangan seorang yang anda kasihi?
Prof. Norweigh, seorang pakar kimia dan komputer, mencoba menghitung harga tubuh manusia berdasarkan zat pembentuknya lalu dikonversikan ke dalam USD. Zat tumbuh rambut saja dibutuhkan orang sampai 50th sebanyak 20 gram yang satu gramnya seharga USD 2 juta. Jadi totalnya USD 40 juta. Zat antibiotika dalam ASI dihargai USD 12 juta. Total tubuh manusia ditaksir seharga USD 85 milyar.
Harga tubuh bumi dengan segala isinya termasuk vegetasi ditaksirnya seharga USD 1 desilion (angka nol-nya sebanyak tiga puluh). Lalu ia menghitung harga tubuh manusia lengkap dengan jiwanya. Samapai semalaman komputer tak menghentikan penayangan angka nol yang terus bertambah. Dapat dibayangkan betapa tinggi harga sebuah jiwa dibandingkan dengan tubuh bumi.
Tuhan memandang begitu berharganya sebuah jiwa yang mau datang pada-Nya. Bawalah jiwa kepada Tuhan karena mereka sangat berharga di hadapan Tuhan.





